
Lubang Teba: Solusi Tradisional
Resapkan Air dan Komposkan Sampah
Latar Belakang Kegiatan
Selain mengandalkan tong komposter, pengelolaan sampah organik sisa makanan dan dedaunan kering dapat dilakukan dengan metode yang lebih menyatu dengan alam. Metode ini tidak hanya menuntaskan masalah sampah, tetapi juga membantu menjaga cadangan air tanah di musim kemarau.
Sebagai langkah nyata dalam pelestarian lingkungan desa, mahasiswa KKN PMD Unram menginisiasi pembuatan Lubang Teba (Biopori/Resapan). Program ini menyasar pekarangan rumah warga dan fasilitas umum di Desa Gelora, guna menciptakan sistem pengelolaan limbah organik yang mandiri, nol biaya, dan ramah lingkungan.
Tahapan Pembuatan & Penggunaan
Pembuatan Lubang Teba sangat mudah dan bisa direplikasi oleh warga secara mandiri. Berikut adalah tahapan yang kami sosialisasikan dan praktikkan:
- 1Penentuan LokasiMencari titik pekarangan yang aman dari bangunan inti, idealnya di area yang sering tergenang air hujan atau di dekat pepohonan.
- 2Penggalian TebaMenggali tanah dengan kedalaman sekitar 1 hingga 1,5 meter. Lubang ini berfungsi sebagai wadah utama penampungan materi organik.
- 3Pengisian Sampah OrganikWarga dapat membuang sisa sayur, kulit buah, rumput, dan dedaunan kering langsung ke dalam lubang setiap harinya tanpa perlu dicacah halus.
- 4Panen Kompos AlamiSetelah lubang penuh, permukaannya ditutup dengan tanah. Dalam beberapa bulan, materi di dalamnya akan terurai menjadi pupuk kompos yang menyuburkan tanah sekitarnya.
Kembali Membumi
Mengembalikan apa yang berasal dari bumi kembali ke bumi. Lubang Teba adalah bukti bahwa solusi terbaik untuk kelestarian alam terkadang adalah metode yang paling sederhana.
Galeri Dokumentasi




